• Minggu, 29 Januari 2023

2.702 Hektar Lahan di Sumsel Terbakar

- Jumat, 16 September 2022 | 19:56 WIB
Kondisi karhutla di Sumsel. (Istimewa/relung.id)
Kondisi karhutla di Sumsel. (Istimewa/relung.id)

Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) mencatat sejak awal tahun hingga saat ini total lahan yang terbakar di Sumsel yakni sebanyak 2.702 hektar. Angka tersebut merupakan yang terluas dalam dua tahun terakhir.

Kepala Balai PPIKHL, Ferdian Kristanto mengatakan berdasarkan data, lahan yang terbakar pada tahun 2020 yakni sebanyak 1.883 hektar. Sementara, tahun 2021 yakni sebanyak 2.003 hektar. Di tahun 2022 yakni sebanyak 2.702 hektar dengan rincian 2.659 hektar di lahan mineral dan sisanya 43 hektar di lahan gambut.

"Agustus lalu sekitar 256 hektar yang terbakar," katanya, Jumat (16/9).

Dia mengatakan luasan lahan yang paling banyak terbakar berada di Ogan Ilir yang mencapai 2.659 hektar. Seluruhnya berada di lahan mineral. Lalu, di Muratara 516 hektar, rinciannya mineral 510 hektar dan 6 hektar gambut, OKU ada 236 hektar lahan mineral yang terbakar. Selanjutnya di Mura 139 hektar lahan mineral terbakar, Muba 135 hektar terbakar (125 hektar mineral dan 10 hektar gambut) dan OKI 133 hektar (105 hektar mineral dan 28 hektar gambut).

"Sejauh ini yang nihil karhutla yakni di Banyuasin, Lubuklinggau, OKU Timur dan Pagaralam," ungkapnya.

Dari data yang disampaikannya, terjadi kenaikan signifikan dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Pada periode Januari-Mei, luas Karhutla hanya 472,07 hektar. Artinya terjadi kenaikan 2.229,93 hektar sepanjang tiga bulan berikutnya atau pada Juni-Agustus.

September ini, ia berharap tak ada penambahan luasan hutan dan lahan yang terbakar. "Informasi dari BMKG seharusnya sudah masuk musim penghujan. Hanya, kami tetap meminta kawan-kawan waspada seperti dua hari ini yang terlihat panas sekali," jelasnya.

Ia menyebut, setiap hari melakukan monitoring fire danger rating system, yang merupakan hasil analisa dari BMKG. "Jika melihat prediksinya, dua hari ini bakal ada potensi kebakaran tinggi," pungkasnya.

Editor: Alwi Alim

Tags

Terkini

895 Warga Buat Ak-1, Cari Kerja Hingga ke Jawa

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:08 WIB

Waktu Antre Haji di Lubuklinggau Capai 24 Tahun

Senin, 16 Januari 2023 | 19:36 WIB

Stok Vaksin Covid-19 di Lubuklinggau Kosong

Senin, 16 Januari 2023 | 17:45 WIB
X