• Minggu, 29 Januari 2023

UMK Muara Enim Masih Tunggu SK Gubernur Sumsel

- Rabu, 30 November 2022 | 17:56 WIB
Ilustrasi UMP. (Istimewa/net)
Ilustrasi UMP. (Istimewa/net)

Meski sudah ditetapkan, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Muara Enim belum dapat diumumkan. Hal ini dikarenakan masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Muara Enim, Siti Herawati, Rabu (30/11).

"Kami belum bisa mereleasnya sebelum SK UMK dari Gubernur keluar. Kalau diumumkan sekarang nanti menyalahi dan menimbulkan masalah lain," katanya.

Dia mengaku, pihaknya sudah tahu berapa besaran nominal UMK untuk Kabupaten Muara Enim dan tentunya sesuai aturan paling lama tujuh hari UMK tersebut memang sudah harus ada. "Jadi sabar saja, kita tunggu SK dari Gubernur dahulu. Jika telah ada, barulah Kami bisa mereleasnya. Sampai saat ini, belum ada UMK se-Indonesia yang telah diumumkan baru ada setingkat Provinsi," ujarnya.

Dikatakan Siti Herawati, biasanya untuk penetapan UMP/UMK 2023 di daerah masing-masing akan ditentukan pada bulan November ini. Tetapi ternyata baru UMP Provinsi Sumsel yang diumumkan, sehingga otomatis untuk UMK Kabupaten/Kota diumumkan sekitar bulan Desember yakni maksimal tanggal 7 Desember 2022.

"Tanggal 7 Desember 2022 itu batas akhir, jadi bisa saja dibawah tanggal 7 Desember 2022 sudah diumumkan," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Industrial Harry Murtiono menambahkan bahwa untuk UMP Sumsel tahun 2023 telah ditetapkan sebesar Rp 3.404.177,24, UMP ini naik sebesar 8,26 persen dari UMP tahun 2022 sebesar Rp 3.144.445. Sedangkan UMK Muara Enim tahun 2022 Rp 3.253.447 sama dengan UMK Muara Enim tahun 2021. Hal ini dikarenakan pada tahun 2021 seluruh dunia terkena wabah Covid-19 sehingga sangat menganggu seluruh aktifitas manusia terutama perekonomian. Namun yang pasti, UMK Kabupaten Muara Enim tahun 2023 akan lebih tinggi dari UMP Provinsi Sumsel tahun 2023 yang telah diumumkan.

Dan atas kenaikan UMP dan UMK nanti, lanjut Harry, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada usaha menengah keatas tentang UMK tersebut yang minimal harusnya sama dengan gaji yang mereka terima. Dan bagi perusahaan atau karyawan yang mengetahui ada perusahan yang tidak mematuhi UMK tersebut untuk melaporkan ke pengawas Korwil Pengawas ketenagakerjaan Provinsi Sumsel tingkat Kabupaten Muara Enim.

"Untuk pengawasan sekarang sudah wewenang Sumsel tidak lagi Kabupaten/Kota. Untuk kantornya di Muara Enim ada di belakang SMA 1 Muara Enim (Perumahan PU). Jadi silahkan, kalau karyawan ingin mengadu ke sana," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Alwi Alim

Tags

Terkini

895 Warga Buat Ak-1, Cari Kerja Hingga ke Jawa

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:08 WIB

Waktu Antre Haji di Lubuklinggau Capai 24 Tahun

Senin, 16 Januari 2023 | 19:36 WIB

Stok Vaksin Covid-19 di Lubuklinggau Kosong

Senin, 16 Januari 2023 | 17:45 WIB
X