• Minggu, 29 Januari 2023

TikTok Disebut Pengaruhi Proses Politik di Malaysia

- Senin, 28 November 2022 | 18:01 WIB
Media sosial TikTok milik perusahaan ByteDance China. (Istimewa/net)
Media sosial TikTok milik perusahaan ByteDance China. (Istimewa/net)

Aplikasi video TikTok dari perusahaan ByteDance China disebut telah mempengaruhi proses politik di Malaysia.

Hal ini diketahui dari sebuah laporan yang dilansir dari The Singpore Post, Senin (28/11).

Dalam laporan tersebut, disebutkan jika TikTok dapat mempengaruhi jajak pendapat dalam proses politik di negara Asia. Pemilihan umum terbaru di negara Asia Tenggara, telah dilangsungkan di Malaysia lebih awal setahun untuk menentukan Perdana Menteri Selanjutnya.

Selain itu, disebutkan juga bahwa TikTok telah ikut mempengaruhi suara pemilu di Malaysia lewat konten yang menargetkan kaum muda.

Terlebih Malaysia telah menurunkan batas umur pemilih mulai dari 18 tahun, yang mana pasar TikTok sebagian besar merupakan remaja di usia tersebut.

The Singpore Post menunjukkan bagaimana Kepala Koalisi Perikatan Nasional (PN), Muhyiddin mengeksploitasi banyak sentimen Muslim menjelang pemilihan dan berhasil mendapat dukungan Partai Islam Malaysia (PAS).

Meski tidak hadir dalam TV Nasional, aplikasi TikTok dinilai ikut andil dalam keberhasilan tersebut dan dikhawatirkan menciptakan potensi kerentanan terhadap manipulasi di masa depan.

Meskipun TikTok telah mengklaim mulai mengurangi konten sensitif dan politik yang melanggar pedoman sensor China, namun aplikasi itu masih mengizinkan beberapa badan negara dengan akun terverifikasi seperti kedutaan China di Amerika Serikat.

Editor: Alwi Alim

Tags

Terkini

BUMN Ini Raup Rp4,13 Triliun dari Rights Issue

Sabtu, 7 Januari 2023 | 18:14 WIB

Transaksi PBK Tembus Rp51 Triliun

Jumat, 6 Januari 2023 | 18:33 WIB

Realisasi Belanja Negara 2022 Capai Rp3.090 Triliun

Kamis, 5 Januari 2023 | 21:01 WIB

[OPINI] Optimisme Pariwisata di Tahun 2023

Kamis, 5 Januari 2023 | 20:34 WIB
X